Senin, 28 Juli 2008

Sebuah tips mudahl.....

Ini ada cara membajak nomor HP Satelindo. Bisa Mentari & Matrix. Caranya? waduh mudah sekali.. ini cuman permainan Web Hacking plus sedikit psikologikal hacking.



LATAR BELAKANG
================
Satelindo sebagai operator mobile phone di Indonesia, rupanya nggak mau kalah sama adiknya M3 yang udah duluan menyediakan layanan SMS gratis via web. Layanan ini tersedia di alamat http://www.satelindogsm.com. Dengan mendaftarkan nomor Satelindo yang kita miliki, sudah bisa mengirimkan SMS via web.

Namun, ada satu kelemahan psikologikal pada layanan ini. Yaitu, tidak adanya konfirmasi ke nomor telepon pendaftar untuk mengaktifkan layanan ini. Sehingga semua orang yang mengetahui nomor Indosat Satelindo (walaupun milik orang lain) bisa mendapatkan layanan free SMS ini.

TRIKNYA
=========
Nah! Sekarang, silahkan buka www.satelindogsm.com dan daftarkan nomor SATELINDO siapa saja yang Anda kenal. Anda bisa melakukan hoax (menakut-nakuti) dengan mengirimkan SMS ke pemilik nomor tersebut. "Hehehe.. aku nyolong pulsamu.." Nah, dia akan menerima SMS dari nomor HPnya sendiri!!

Parahnya lagi, jika SMS via web ini digunakan untuk mengirimkan SMS ke operator lain, seperti Telkomsel, ProXL, apalagi keluar negeri!! Si pemilik nomor akan kehilangan pulsanya dengan cepat..

Penangkalannya: segera daftarkan nomor Satelindo Anda! Jangan samapai digunakan orang yang tidak bertanggung jawab!!

Bagi pihak Satelindo: jangan biarkan user memilih sendiri passwordnya via web ketika registrasi, lebih aman jika password dikirimkan ke HP. Lalu jika sang pengguna ingin mengganti passwordnya menjadi lebih manusiawi (bukannya hjf7673 gitu), sediakan saja fasilitas penggantian password sesudah dia login.

Senin, 21 Juli 2008

Cinta itu....

Sebelumnya makasih buat yang udah nulis pertama kali artikel ini di internet. Penulis asli tulisan ini jadi nggak ketahuan karena tulisan tersebut udah berbiak di banyak situs dengan sumber “unknown”.


Oya, ada beberapa penjelasan tentang cinta. Kamu kayaknya nggak ada salahnya kalo tahu soal ini. Oke, biar nggak makan banyak tempat dan ngebusa mulu di prolognya, kita jembrengin dan pretelin satu per satu tentang karakter cinta ini. Siap ya. Go!


Cinta = perasaan sekaligus akal sehat

Bro, benar banget. Cinta emang soal rasa. Meski demikian, bukan berarti akal sehat ditaro di dengkul dong. Oya, karena cinta tuh sangat luas, maka penampakkannya juga ngikuti naluri yang dimiliki manusia. Misalnya aja nih, orang bisa cinta mati sama benda, juga bisa cinta sama Allah Swt, RasulNya, ortunya, kaum muslimin secara umum, dan juga sama lawan jenis. Cinta emang luas, Bro.

Betul banget, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar deh kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal.

Nol besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif alias memperturutkan kata hati itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Waduh sadis banget bahasane.

Jadi nih, akal sehat tetap kudu kita jadikan pertimbangan juga biar nggak nyelenong ngikutin perasaan aja. Bisa bahaya besar, tuh!

Cinta membutuhkan proses

Setuju banget deh. Cinta emang butuh proses. Butuh waktu agar bisa tumbuh perasaan satu sama lain. Ini khususnya cinta dengan lawan jenis ya. Eh, kalo pun ada orang yang love at first sight, tentunya bukan cinta namanya, tapi ketertarikan. Karena ketertarikan orang bisa dengan begitu mudah muncul manakala ada obyek yang memang menurutnya menyenangkan. Tapi cinta nggak begitu ternyata. “Cinta itu tumbuh, berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” kata Bowman, salah seorang pakar psikologi.

Sobat, untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi emang nggak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu aja. Cinta nggak pernah menyerang tiba-tiba, nggak juga jatuh dari langit. Cinta datang kalo udah saling kenal dan memahami pribadi masing-masing meski nggak terlalu detil. Jadi, minimal emang kenal dulu: siapa sih si dia itu?

Itu sebabnya, cinta insya Allah bisa aja tumbuh kalo kita terus ketemu dan saling komunikasi. Teman dekat yang saling mencintai, itu hanya bisa dicapai setelah kedua partner itu lama hidup bersama. Sehingga tahu kebiasaannya masing-masing, tahu makanan favoritnya, warna kesukannya, sampe tahu jadwal tidurnya, tahu tempat nongkrongnya, dan segala hal yang berkaitan dengannya.

Begitu pun kalo kita mencintai Islam, akan semakin lengket dan bahkan bangga dengan Islam ketika kita udah lama ‘berkenalan’ (baca: belajar) dengan Islam. Nggak mungkin tumbuh cinta kepada Islam kalo kitanya aja nggak berusaha mengenal lebih dalam tentang Islam dengan cara mempelajarinya. Setuju nggak?

So, kalo ada orang bisa jatuh cinta pada saat ketemuan pertama kali, sebenarnya bukan sedang jatuh cinta tuh, tapi sedang tertarik satu sama lain dengan ketertarikan yang amat sangat luar biasa. Hal ini perlu ditindaklanjuti, yakni dengan berusaha untuk mengenal lebih dekat dan lebih dekat lagi. But, kudu tahu rambu-rambu juga dong kalo urusannya dengan lawan jenis yang bukan mahram. Sebab, nggak bisa bebas sesuka kita tuh. Boleh kenalan lebih dalam, kalo niatnya emang untuk menikah degannya. Ssstt... kalo untuk pacaran? Hah? Hari gini masih pacaran? Nggak lha yauw!

Cinta itu konstruktif

Well, kita kayaknya kudu setuju nih kalo cinta itu emang konstruktrif. Eh, jangan-jangan ada teman kita (atau kita sendiri?) yang mendadak jadi kreatif, ngedadak jadi suka pake wangi-wangian biar nggak BB, ngedadak juga jadi senang baca novel cinta. Padahal, sebelum tertarik dengan salah seorang dari lawan jenis, mandi sekali sehari aja udah untung banget. Wah, kok males mandi sih, Bro?

Boys and gals, seseorang yang mencintai bisa berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia bakalan berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Wuih, keren banget deh.

Eit, tapi tunggu dulu. Sebab, ada juga orang ketika jatuh cinta ternyata malah amburadul. Kok bisa sih? Hmm... orang model gini, bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, tapi dia malah kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Doi cuma memikirkan kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi pengganti kenyataan. Parah banget, Bro!

Kalo ada orang yang jatuh cinta tapi malah bikin lemah dan loyo kayak gini, berarti dia belum mampu memaknai cinta. Jangan-jangan lebih banyak ngelamunnya karena terjerat mimpi-mimpi indah kalo sampe mencintai lawan jenis yang dia idamkan itu. Padahal, yang namanya cinta nggak begitu kok. Cinta itu konstruktif. Bisa membangun segala daya cipta dan kreativitas kita. Suer!

Cinta tak melenyapkan semua masalah

Konon kabarnya, penganut faham romantik percaya banget bahwa cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit. Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta nggaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih (suami-istri) berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang berarti nggak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem. Betul nggak?

Maka, kalo misalnya kita mo nikah, selain cinta tentu kudu ada persiapan ilmu, mental, dan juga jaminan untuk nafkahnya, lho. Kalo modalnya cinta doang, harus dipertanyakan tuh, sebab menikah bukan cuma modal cinta. Suer. Kalo nggak punya beras, apa cukup dengan cinta? Nggak kan? Cinta tuh hanya akan memotivasi kita untuk mencari jalan keluar supaya bisa dapetin beras. Misalnya, bisa dengan nyari pinjeman uang, atau ngutang dulu ke warung sebelah, bahkan banyak juga orang yang kemudian dapetin beras spanyol alias separo nyolong (hehehe.. kalo yang terakhir ini sih jangan kamu lakuin deh)

Cinta cenderung konstan

Ya, cinta itu bergerak konstan, sobat. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada sesuatu atau kekasih (suami-istri or calon suami dan calon istri) yang kita cintai tuh turun-naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis.

Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan (baca: suami-istri), kita menyukainya dalam kadar sebanding.

Nah, begitupun kalo kita mencintai Allah Swt, RasulNya, dan juga Islam. Cinta kita bisa dibilang hebat kalo sinyalnya terus-menerus kuat. Nggak ada blank spot-nya. Di mana pun selalu ada sinyal kecintaan kita kepada Allah Swt., RasulNya, dan juga Islam. Cirinya apa? Contoh cinta kepada Allah Swt. Pas kita lagi seneng, tetap inget sama Allah Swt. Lagi sedih juga selalu inget sama Allah Swt. Kalo sebaliknya? Berarti cinta kita nggak konstan. Kalo nggak konstan berarti ada yang error. Jadinya bisa kena sindir Allah Ta’ala deh dalam firmanNya:

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang (menjadi kafir). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS al-Hajj [22]: 11)

So, cinta tuh seharusnya memang konstan. Kalo turun-naik grafiknya perlu dipertanyakan. Yuk, kita muhasabah diri. Oke?

Cinta tak bertumpu pada daya tarik fisik

Dalam hubungan cinta dengan lawan jenis, daya tarik fisik bisa jadi penting. Tapi bahaya bila kita menyukai lawan jenis hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah sobat, itu hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan (baca: suami-istri) saling menyukai pribadi masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi alias perasaan terwujud belakangan saat hubungan kian dalam antara sepasang suami-istri. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan. Waspadalah buat yang masih senang pacaran. Sebab kontak fisik sering terjadi, sementara hal itu dinilai sebagai maksiat karena belum terikat tali pernikahan. Betul?

Cinta merhatiin kelanjutan hubungan

Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasihnya (baca: suami-istri atau calon suami dan calon istri). Dia bakal menghindari segala hal yang mungkin aja ngerusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan.

But, orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta akan menyenangkan pasangan (yakni suami atau istri dan juga calon suami or calon istri) untuk memperkuat hubungan. Sip deh!

Cinta berani melakukan hal menyakitkan

Selain berusaha menyenangkan kekasih (suami-istri atau calon suami dan calon istri), orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.

Begitu juga ketika kita berani menegur sahabat kita saat dia melakukan maksiat, meski risikonya harus mendapat bencinya--dan itu menyakitkan, itulah cinta.

Semoga pengenalan beberapa hal tentang cinta ini bisa menjadi inspirasi kita untuk lebih bersih dalam mencintai, yakni taat aturan Allah Swt. Berbahagialah karena kita memiliki cinta.

Rabu, 16 Juli 2008

satu puisi lagi untuk si "neng"

Aku mengenal kecantikanmu
jika aku bandingkan dengan matahari
yang selalu tenggelam dan redup
kecantikanmu adalah kesempurnaan
hingga tak dapat digambarkan dan dibandingkan


Manusia memang bisa berubah
seperti siang berganti malam
seperti pasir yang digenggam kuat
pasti akan terlepas juga
dan kau harus merelakannya

aku mungkin masih bisa hidup
saat bayanganmu begitu gelap
menyelimuti tubuhku
hingga cahaya menampakkan wajahku
kalau kau mengingat,

Aku yang menyayangimu.......

Senin, 14 Juli 2008

Game Matemetika....

Game -1




Tugas !!!

 Isilah 9 kotak kecil diatas dengan angka 1 sampai 9
 Syarat :
1. Jumlah Horizontal = 15
2. Jumlah Vertikal = 15
3. Jumlah Diagonal = 15
4. Tidak boleh ada angka kembar


Game – 2






Tugas !

 Hubungkan kesembilan titik diatas dengan garis lurus
 Syarat :
1. Maksimal 4 garis penghubung
2. Semua titik dipastikan dilewati garis penghubung tersebut



=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
jawaban bisa dikirimkan ke email

iqbal_giant@yahoo.com

Bagi siapa saja yang bisa menjawab game diatas... akan mendapatkan hadiah dari boos142 !!!

Minggu, 06 Juli 2008

Jenis Darah dan Sifatnya

Tabel ini dibuat berdasarkan pengamatan semata. jadi, jikalau terdapat kesamaan maupun kecocokan itu mungkin hanya kebetulan semata......

NO

JENIS DARAH

KARAKTER /SIFAT

POSITIF

NEGATIF

1

A

DISIPLIN

PROSEDURAL

TUNTAS

KURANG IDE

OTORITER

2

B

LUWES

BANYAK IDE

KURANG TUNTAS

SENSITIF

3

O

ORATOR

BANYAK IDE

PEMBERANI

SUKA MENOLONG

TIDAK TUNTAS

KURANG KONTROL

4

A B

CAMPURAN A + B

CAMPURAN A + B

Sebuah puisi khusus untuk si "neng"

Kehadiranmu bersamaku merupakan
kebahagiaan terbesar
dan jikalau engkau pergi
kepergianmu merupakan luka
yang menghancurkan hatiku
hidupku hanya untukmu

dan....

jika aku bersalah karena cinta,
maka kau benar....
betapa besar dosaku,
apakah kau seperti diriku,
terjerat api cinta
yang membakar dalam hati
dan menyerupai neraka?

Wallahu'alam....

Kamis, 03 Juli 2008

Untukmu Gadis Mimpiku

Lentera semakin memadam dan akan aku curi satu cahaya darimu
Aku simpan dan kukunci dalam peti jiwa
Tersembunyi hingga tak ada yang tahu kecuali engkau dan aku
Kala kilau mentari bersapa pada pagi dimana embun sedang bangunkan aku
Dan tetap akan aku simpan cahaya yang semalam aku curi darimu
Menerangi langkah mendetak hari-hariku
Harapan mungkin ada menanti di ujung senja kan tiba nanti
Sambutku mesra pada sunyi seketika angin bawakan salamku untukmu
Hingga membayang sedikit samar aku lihat binar mata bercahaya di mimpiku
Tak merag kau semakin erat genggam jemariku
Peluk hangatpun kudekap tubuhmu
Seakan tak lagi ada belenggu penjara nurani
Ibarat adam dan hawa merajut damai di surga
Tersentak akpun sadar oleh ricuh burung dengan pagi berulang kali
Ternyata itu mimpiku ….
Hanya mimpiku di setiap malam membuai merayuku
Wahai gadis hayalku….
Tahukah kamu tentang cerita hatiku
Cerita yang selalu bersambung di mimpi dan hayalku
Iginku sakisikan tak hanya dalam imajinasiku
Tapi dalam gerak bahasa jiwaku
Wahai gadis mimpiku ….
Manjakan terus hatiku dengan senyum disetiap kali kau datang dalam benak
Biarkan saja keindahanmu bersajak di barisan bait hayalku
Menghayutkan aku merasa itu nyata
Padahal ….
Itu hanya pikiran yang bicara pada jiwa yang mengharap