Kadang-kadang suka terpikir, bagaimana manusia tanpa agama dan Tuhan. Disaat mereka membutuhkan pertolongan, mereka terus berharap kepada manusia dan mahluk-mahluk lainnya. Disaat ada permasalahan dalam hidupnya, dia selalu mencari penjelasan secara logika. Logika memang punya peranan penting dalam kehidupan, tapi agama pun tidak kalah pentingnya. Disaat tidak ada seorang pun yang bisa menerima airmatanya, kepada siapa lagi airmata itu ditujukan.
Disaat seorang manusia sudah mulai menuhankan ilmu pengetahuan, kebanyakan dari mereka akan mulai sombong dan merasa bisa menyamai Tuhan atau bahkan menyangkal adanya Tuhan. Padahal Albert Enstein seorang ilmuwan terkenal pernah berkata "Science without religion is lame, religion without science is blind".
Mungkin ada alasan tersendiri kenapa Enstein mengeluarkan pernyataan seperti itu. Padahal bisa saja beliau dengan otak cemerlangnya itu mengatakan dirinya setaraf dengan Tuhan. Tapi ternyata tidak begitu, karena dalam setiap agama di dunia ini semuanya mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan belum pernah ditemukan satu pun agama yang mengajarkan untuk sombong, mencuri, memperkosa, membunuh dan hal jelek lainnya.Intinya nilai-nilai kebaikan itu hanya ada pada agama, atau setidaknya mengadopsi dari agama. Kalaupun ada mungkin itu adalah sekte.
Oleh sebab itu dikatakan ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang, karena semakin tinggi ilmu yang didapat, seseorang cenderung melakukan sesuatu yang jelek. Contoh, seandainya anda menemukan alat yang bisa menghilangkan diri anda, apakah anda menjamin bahwa anda ngga akan mencuri, mengintip orang mandi dan lain-lainnya kalau tidak di imbangi dengan nilai-nilai kebaikan dari agama ? Bahkan Enstein sendiri pernah menyesal kalau ternyata salah satu hasil temuannya digunakan untuk saling membunuh.
Bagi mereka yang menganut paham atheist, agama hanyalah dogma atau bahkan seperti disebut oleh Karl Marx bahwa agama itu adalah candu masyarakat, Nietszche pun mengkampanyekan slogan "Tuhan sudah mati". Memang, pada awal abad kesembilanbelas, atheisme benar-benar telah menjadi agenda. Kemajuan sains dan teknologi melahirkan semangat otonomi dan independensi baru yang mendorong sebagian orang untuk mendeklarasikan kebebasan dari Tuhan. Inilah abad ketika Ludwig Feurbach, Karl Marx, Charles Darwin, Friedrich Nietzsche, dan Sigmund Freud menyusun tafsiran filosofis dan ilmiah tentang realitas tanpa menyisakan tempat buat Tuhan.
Tuhan pun seperti menjadi tokoh fiktif yang membodohi pemikiran-pemikiran manusia dan membuat manusia menjadi cengeng dan bergantung kepada sesuatu yang tidak nyata. Beberapa dari mereka yang saya ajak berdiskusi tentang agama bahkan mengatakan "Agama ? wah gak ada waktu deh buat dongeng...". Dan sikap ini memang sudah diprediksikan di dalam surat Al Qalam ayat 15, "Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata "Ini adalah dongengan orang-orang dahulu kala".
Fenomena atheist ini di abad keduapuluh semakin menjadi dengan adanya konflik-konflik yang berbau agama. Dan mungkin, karena peristiwa-peristiwa itu muncullah suatu pemikiran baru yang disebut "liberalism" atau kalau di islam ada sebutan "islam liberal". Pemikiran yang mencetuskan dimana semua agama adalah sama. Dimana dalam pemikiran ini sangat lekat dengan unsur sikap toleransi beragama tanpa harus melihat hukum-hukum dari masing-masing agama itu sendiri.
Contoh kasus yang mungkin mendekati kebenaran tentang sebab-sebab seseorang menjadi atheist adalah, ketika seseorang mendapatkan petunjuk untuk memeluk suatu agama, pemikirannya terdistorsi oleh anggapan bahwa agama tersebut adalah agama kaum teroris dll. Atau ada juga beberapa yang mengaku ingin memeluk suatu agama tetapi merasa bimbang dan kurang yakin dengan konsep ketuhanan yang ditawarkan oleh agama tersebut. Dalam kasus inilah biasanya seseorang memutuskan untuk menjadi atheist, dan masih banyak lagi contoh kasus yang lain.
Tapi biasanya ketika seseorang mencapai akhir hidupnya, barulah mereka mengakui adanya Tuhan. Kalau kita membaca biografi Hitler, apa yg dia ucapkan sewaktu menjelang kematiannya ? nafas-nafas terakhir beliau mengucapkan kata "Oh my God" dan nama "Eva Braun".
Kruschev yang atheist, saat Sovyet pertama kali berhasil meluncurkan pesawat ruang angkasa jauh sebelum apollo Amerika ada, dengan angkuhnya beliau berkata "Sudah kami jelajahi ruang angkasa, tak satu Tuhan pun kami temukan". Ironisnya menjelang sakratul maut beliau mengucapkan "Oh My God".
Begitu juga ketika semua persoalan tidak bisa lagi dijawab dengan logika dan ilmu pengetahuan, maka pemikiran itu beralih ke Tuhan seperti tokoh besar filsuf atheist Antony Flew yang akhirnya berpaling kepada Tuhan dan mengeluarkan pernyataan "Karena orang-orang sudah pasti terpengaruh oleh saya, saya ingin berusaha dan memperbaiki kerusakan besar yang mungkin telah saya lakukan."
Tapi mereka yang tidak mengakui adanya Tuhan dan agama sebenarnya hanyalah cover dari proses pencarian mereka akan Tuhan dan agama yang paling benar dimana mereka nantinya akan berlabuh dari pengembaraan yang panjang. Hal ini yang tersirat dari seorang atheist yang iseng-iseng saya interview.Ketika saya tanya, "Will you ever convert from Atheism ?" Lalu jawabnya :
"When I find The One. A religion that I could totally identify and feel comfortable with. One that would give me a peace of mind instead of a hunger of power and dominance, or serenity instead of constant fear. It’s actually been a life long search for me. I guess you could say that I’m still waiting for that little voice in my heart telling me to go home....."
"Wa aniibuu ilaa rabbikum wa aslimuu lahuu min qabli ay ya'tiyakumul 'adzaa-bu tsumma laa tunsharuun"
(Dan kembalilah kamu kepada Rabb mu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang kepadamu azab, kemudian kamu tidak dapat ditolong)
[QS:Az Zumar 54]
Jumat, 06 Maret 2009
Senin, 02 Maret 2009
Sebuah kedewasaan
Seorang teman bertanya, “Apa sih yang dimaksud dengan dewasa? Dan sikap bagaimana yang menunjukan dewasa?”
Saya bisa menjawab pertanyaan itu dengan mudah tanpa banyak berpikir. “Dewasa itu berarti bisa berpikir luas, berpikir jauh kedepan. Yang berarti harus bersikap dewasa.”
Namun sejenak jawaban saya atas pertanyaan itu membuat saya harus merenungkannya lagi. Dewasa itu adalah lawan dari kanak-kanak atau bersikap kekanak-kanakan. Dewasa itu tidak dilihat dari umur seseorang. Seperti kata slogan iklan, “Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan!”
Jadi apa sesungguhnya pengertian dewasa itu sendiri? Memberikan jawaban seperti itu memang mudah, walaupun kalau dibahas lebih dalam mungkin malah mengaburkan arti dewasa itu sendiri. Dewasa itu pilihan, artinya kita bisa memilih bersikap dewasa atau tidak. Dan seperti apa sikap dewasa itu?
Semakin bertambah umur kita, semakin banyak tanggung jawab yang harus dipikul. Anak kecil tidak usah berpikir untuk hidup. Mereka hanya menjalani hidup. Mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan tanpa banyak bersusah payah untuk mencapainya. Tanpa berpikir untuk hidup pun, mereka sudah hidup.
Orang dewasa harus berpikir untuk hidup. Mereka harus berusaha keras memenuhi kebutuhan untuk hidup. Dewasa berarti tanggung jawab. Lebih dari itu, orang dewasa harus bertahan hidup dalam berbagai keadaan. Bertahan ketika susah, bertahan pula ketika senang. Dan apa yang bisa membuat bertahan dalam segala keadaan? Kondisi seperti ini hanya bisa dilalui dengan menerima kenyataan dan berusaha membuat segalanya lebih baik dari sekarang.Dewasa berarti menerima. Menerima banyak hal yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan. Menerima kenyataan yang berbicara lain dengan keinginan. Menerima bahwa manusia hanya bisa berencana, dan Tuhan yang berkehendak.
Dari salah satu artikel yang saya dapat dari salah seorang teman (maaf saya tidak tahu sumber aslinya, dokumen.doc terkopi di pc saya yang berjudul “Bisakah Kedewasaan Dibentuk?”, sang penulis membagi kedewasaan menjadi 3 bagian
1.Kebebasan
2.Kesederhanaan
3. Tanggung Jawab
Garis besarnya pada artikel tersebut bisa disimpulkan bahwa dewasa itu adalah suatu kebebasan dalam bertindak dan mengambil keputusan, bebas dalam bersikap, tidak berlebihan dan tetap bertanggung jawab atas kebebasan yang dimiliki itu. Saya sendiri cenderung memandang kedewasaan itu sebagai tanggung jawab, sabar, dan sikap menerima atas kenyataan yang ada. Namun menerima bukanlah pasif dan pasrah saja terhadap kenyataan.
Pada artikel yang sama disebutkan, “Kedewasaan memang bukan sifat, ia cenderung berbentuk sebagai sikap, atau perilaku tindakan mahluk berwujud manusia.” Apabila kedewasaan berbentuk sebagai sikap, maka saya rasa ia bisa dibentuk melalui proses yang lama dan tentu saja terkadang menyakitkan. Kedewasaan bisa dicapai setelah melalui berbagai ujian kehidupan yang berat. Dan di dalam ujian itulah kita memilih, akankah kita bersikap dewasa atau tetap bersikap kekanak-kanakan?”
Jadi, saya rasa slogan iklan itu benar. Tinggal yang mana pilihan kita?
1. Ehm...
dewasa itu bisa dirasain diri sendiri ato orang lain yg ngeliat?
2. klo berbicara ttg kedewasaan itu makna kata yg luas ya ka’?!tapi pernah dengar dari seorang sahabat….Allah akan mempertemukan kita dengan jodoh kita jika kita sudah dinilai dewasa menurut penilaian Allah tentunya…jadi?????gimana???kapan bentuk panitia?!
3. kalo menurut gw dewasa ga’ bisa cuma bisa dilihat dari luar aja(ato secara fisikly), mungkin ada yang bersikap like a child , tapi sesungguhnya dia punya sisi kedewasaan , ga’ perlu bersikap seolah olah kita dewasa tetapi pikiran masih anak anak, intinnya be your self and biarkan kedewasaan itu dtang dengan sendirinnya dan ga’ perlu memaksakan diri untuk menjadi dewasa , that’s the point.
Saya bisa menjawab pertanyaan itu dengan mudah tanpa banyak berpikir. “Dewasa itu berarti bisa berpikir luas, berpikir jauh kedepan. Yang berarti harus bersikap dewasa.”
Namun sejenak jawaban saya atas pertanyaan itu membuat saya harus merenungkannya lagi. Dewasa itu adalah lawan dari kanak-kanak atau bersikap kekanak-kanakan. Dewasa itu tidak dilihat dari umur seseorang. Seperti kata slogan iklan, “Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan!”
Jadi apa sesungguhnya pengertian dewasa itu sendiri? Memberikan jawaban seperti itu memang mudah, walaupun kalau dibahas lebih dalam mungkin malah mengaburkan arti dewasa itu sendiri. Dewasa itu pilihan, artinya kita bisa memilih bersikap dewasa atau tidak. Dan seperti apa sikap dewasa itu?
Semakin bertambah umur kita, semakin banyak tanggung jawab yang harus dipikul. Anak kecil tidak usah berpikir untuk hidup. Mereka hanya menjalani hidup. Mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan tanpa banyak bersusah payah untuk mencapainya. Tanpa berpikir untuk hidup pun, mereka sudah hidup.
Orang dewasa harus berpikir untuk hidup. Mereka harus berusaha keras memenuhi kebutuhan untuk hidup. Dewasa berarti tanggung jawab. Lebih dari itu, orang dewasa harus bertahan hidup dalam berbagai keadaan. Bertahan ketika susah, bertahan pula ketika senang. Dan apa yang bisa membuat bertahan dalam segala keadaan? Kondisi seperti ini hanya bisa dilalui dengan menerima kenyataan dan berusaha membuat segalanya lebih baik dari sekarang.Dewasa berarti menerima. Menerima banyak hal yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan. Menerima kenyataan yang berbicara lain dengan keinginan. Menerima bahwa manusia hanya bisa berencana, dan Tuhan yang berkehendak.
Dari salah satu artikel yang saya dapat dari salah seorang teman (maaf saya tidak tahu sumber aslinya, dokumen.doc terkopi di pc saya yang berjudul “Bisakah Kedewasaan Dibentuk?”, sang penulis membagi kedewasaan menjadi 3 bagian
1.Kebebasan
2.Kesederhanaan
3. Tanggung Jawab
Garis besarnya pada artikel tersebut bisa disimpulkan bahwa dewasa itu adalah suatu kebebasan dalam bertindak dan mengambil keputusan, bebas dalam bersikap, tidak berlebihan dan tetap bertanggung jawab atas kebebasan yang dimiliki itu. Saya sendiri cenderung memandang kedewasaan itu sebagai tanggung jawab, sabar, dan sikap menerima atas kenyataan yang ada. Namun menerima bukanlah pasif dan pasrah saja terhadap kenyataan.
Pada artikel yang sama disebutkan, “Kedewasaan memang bukan sifat, ia cenderung berbentuk sebagai sikap, atau perilaku tindakan mahluk berwujud manusia.” Apabila kedewasaan berbentuk sebagai sikap, maka saya rasa ia bisa dibentuk melalui proses yang lama dan tentu saja terkadang menyakitkan. Kedewasaan bisa dicapai setelah melalui berbagai ujian kehidupan yang berat. Dan di dalam ujian itulah kita memilih, akankah kita bersikap dewasa atau tetap bersikap kekanak-kanakan?”
Jadi, saya rasa slogan iklan itu benar. Tinggal yang mana pilihan kita?
1. Ehm...
dewasa itu bisa dirasain diri sendiri ato orang lain yg ngeliat?
2. klo berbicara ttg kedewasaan itu makna kata yg luas ya ka’?!tapi pernah dengar dari seorang sahabat….Allah akan mempertemukan kita dengan jodoh kita jika kita sudah dinilai dewasa menurut penilaian Allah tentunya…jadi?????gimana???kapan bentuk panitia?!
3. kalo menurut gw dewasa ga’ bisa cuma bisa dilihat dari luar aja(ato secara fisikly), mungkin ada yang bersikap like a child , tapi sesungguhnya dia punya sisi kedewasaan , ga’ perlu bersikap seolah olah kita dewasa tetapi pikiran masih anak anak, intinnya be your self and biarkan kedewasaan itu dtang dengan sendirinnya dan ga’ perlu memaksakan diri untuk menjadi dewasa , that’s the point.
Minggu, 01 Februari 2009
Kepompong kupu-kupu
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.
Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.
Saya mohon Kekuatan ... Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon Kemakmuran ... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.
Saya memohon Keteguhan hati ...Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta ... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati ... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.
Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.
Saya mohon Kekuatan ... Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon Kemakmuran ... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.
Saya memohon Keteguhan hati ...Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta ... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati ... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.
Selasa, 27 Januari 2009
wanita emang susah yawh....
wanita adalah wanita...,
jika dikatakan cantik maka dikira
menggoda..,
wanita adalah wanita...,
jika dibilang jelek maka disangka
menghina..,
jika dikatakan ia perhiasan terindah
didunia ia
bangga,
jika, apapun "perhiasan yg berharga" itu
layak
ditutupi dan disembunyikan ia
setuju..(supaya terjaga)
tapi bila disuruh menutup
"perhiasannya/kecantikannya"
maka dia enggan..., dan bila dilecehkan
ia menyalahkan
sepenuhnya pria..!
wanita adalah wanita...,
jika dikatakan siapa yg paling
dibanggakan olehnya,
kebanyakan bilang "ibunya", tapi kenapa
ya..lebih
bangga jadi wanita karier..(padahal
ibunya "ibu rumah
tangga")
wanita ....
bila diluruskan supaya bener memerah
mukanya,
(marah, sambil bilang "sok bener lo!"),
bila diingetin tetep memerah mukanya,
(marah juga
rupanya, sambil bilang "sok tau lo!"),
bila dimanja dan disanjung..?? Eh,
tetep memerah
mukanya (kali ini tersipu malu, sambil
bilang "ah,
masa?")
wanita adalah wanita...,
inginnya dibilang emansipasi..., tapi
kegerahan
dibilang "macho", maunya disamakan dg
pria.., tapi
menolak benerin genteng rumah! (sambil
bilang, "masa
disamakan sama cowok!?")
Wanita...,
bila dibilang lemah dia protes...
jika pacarnya tidak mau antar pulang dia
bilang
keterlaluan, maunya diperlakukan sama
dg pria.., tapi
kesel nggak dikasih tempat duduk di bis
kota oleh pria
disampingnya (dan bilang "egois amat ni
cowok?")
bila dikatakan kuat itu maunya.., tapi
bila sedikit
bersedih ia cepet menangis...,
tapi....Wanita adalah
wanita... dan wanita bukan perempuan
atau cewek
semata..., tapi bagaimanapun juga aku
suka wanita!
(Swear...) "this Man's said"
YANG TIDAK MERASA BERARTI TIDAK PROTES!
DAN YANG MERASA PASTI DIEM.
(hayoo!!)
jika dikatakan cantik maka dikira
menggoda..,
wanita adalah wanita...,
jika dibilang jelek maka disangka
menghina..,
jika dikatakan ia perhiasan terindah
didunia ia
bangga,
jika, apapun "perhiasan yg berharga" itu
layak
ditutupi dan disembunyikan ia
setuju..(supaya terjaga)
tapi bila disuruh menutup
"perhiasannya/kecantikannya"
maka dia enggan..., dan bila dilecehkan
ia menyalahkan
sepenuhnya pria..!
wanita adalah wanita...,
jika dikatakan siapa yg paling
dibanggakan olehnya,
kebanyakan bilang "ibunya", tapi kenapa
ya..lebih
bangga jadi wanita karier..(padahal
ibunya "ibu rumah
tangga")
wanita ....
bila diluruskan supaya bener memerah
mukanya,
(marah, sambil bilang "sok bener lo!"),
bila diingetin tetep memerah mukanya,
(marah juga
rupanya, sambil bilang "sok tau lo!"),
bila dimanja dan disanjung..?? Eh,
tetep memerah
mukanya (kali ini tersipu malu, sambil
bilang "ah,
masa?")
wanita adalah wanita...,
inginnya dibilang emansipasi..., tapi
kegerahan
dibilang "macho", maunya disamakan dg
pria.., tapi
menolak benerin genteng rumah! (sambil
bilang, "masa
disamakan sama cowok!?")
Wanita...,
bila dibilang lemah dia protes...
jika pacarnya tidak mau antar pulang dia
bilang
keterlaluan, maunya diperlakukan sama
dg pria.., tapi
kesel nggak dikasih tempat duduk di bis
kota oleh pria
disampingnya (dan bilang "egois amat ni
cowok?")
bila dikatakan kuat itu maunya.., tapi
bila sedikit
bersedih ia cepet menangis...,
tapi....Wanita adalah
wanita... dan wanita bukan perempuan
atau cewek
semata..., tapi bagaimanapun juga aku
suka wanita!
(Swear...) "this Man's said"
YANG TIDAK MERASA BERARTI TIDAK PROTES!
DAN YANG MERASA PASTI DIEM.
(hayoo!!)
Senin, 19 Januari 2009
Bangkitlah saudaraku !!!
ketika iblis-iblis zionis hanya menyisakan tangis,
ketika iblis-iblis zionis haus menodai al-maqdis,
ketika iblis-iblis zionis bengis membantai habis,
ketika raksasa barat mendukung segala tipu muslihat,
ketika raksasa barat berjibaku membuat kebijakan bejat,
ketika raksasa berat bermaksiat tanpa beristirahat,
ketika polisi dunia membisu tak berpeluru,
ketika polisi dunia didikte dengan perintah yang disseru,
ketika polisi dunia tak layak dijadikan tempat mengadu,
ketika anjing-anjing kasmir angkuh merobek kehormatan,
ketika anjing-anjing kasmir sombong menginjak kesucian,
dan ketika dengan hujan batu kami bertahan,
SEDANG APAKAH KALIAN?
SEDANG APA?
Yaa ayyuhal muslimuun....
BANGKITLAH !!!!
MENGAUMLAH !!!
Tunjukkan taring-taring ganasmu !!
Perlihatkan terkaman-terkaman hebatmu !!
Keluarkan auman-auman suaramu !!
Karena, Kalianlah singa-singa lapar itu, yang SIAP melumat semua kebatilan di segala penjuru....
ALLAHU AKBAR !!!!
ketika iblis-iblis zionis haus menodai al-maqdis,
ketika iblis-iblis zionis bengis membantai habis,
ketika raksasa barat mendukung segala tipu muslihat,
ketika raksasa barat berjibaku membuat kebijakan bejat,
ketika raksasa berat bermaksiat tanpa beristirahat,
ketika polisi dunia membisu tak berpeluru,
ketika polisi dunia didikte dengan perintah yang disseru,
ketika polisi dunia tak layak dijadikan tempat mengadu,
ketika anjing-anjing kasmir angkuh merobek kehormatan,
ketika anjing-anjing kasmir sombong menginjak kesucian,
dan ketika dengan hujan batu kami bertahan,
SEDANG APAKAH KALIAN?
SEDANG APA?
Yaa ayyuhal muslimuun....
BANGKITLAH !!!!
MENGAUMLAH !!!
Tunjukkan taring-taring ganasmu !!
Perlihatkan terkaman-terkaman hebatmu !!
Keluarkan auman-auman suaramu !!
Karena, Kalianlah singa-singa lapar itu, yang SIAP melumat semua kebatilan di segala penjuru....
ALLAHU AKBAR !!!!
untukmu bocah-bocah surga
Merah saga langit Gaza kini memerah darah syuhada,
kesturi pun meruar dari pojok-pojok Gaza,
dari darah bocah-bocah yang menggenggam ketapel berpeluru batu-batu surga,
hai.... bocah-bocah surga,
kau tameng hujan mesiu dengan dada,
kau balas mortir dengan krikil,
wangi darahmu kini telah mengangkasa bersama lantunan do'a dari seluruh penjuru dunia,
dan Gaza kini tak lagi purnama....
kesturi pun meruar dari pojok-pojok Gaza,
dari darah bocah-bocah yang menggenggam ketapel berpeluru batu-batu surga,
hai.... bocah-bocah surga,
kau tameng hujan mesiu dengan dada,
kau balas mortir dengan krikil,
wangi darahmu kini telah mengangkasa bersama lantunan do'a dari seluruh penjuru dunia,
dan Gaza kini tak lagi purnama....
Jumat, 02 Januari 2009
AYAH......
Sedalam laut, seluas langit
cinta selalu tak bisa diukur
begitulah ayah mengurai waktu
meneteskan keringat dan rindunya
untukku
Ayah pergi sangat pagi
kadang sampai pagi lagi
tapi saat pulang
ia tak lupa menjinjing pelangi
lalu dengan sabar
menguraikan warnanya
satu persatu padaku
dengan mata berbinar
Waktu memang tak akrab
denganku dan ayah
tapi di dalam buku gambarku
tak pernah ada duka atau badai
hanya sederet sketsa
tentang aku, ayah dan tawa
yang selalu bersama
cinta selalu tak bisa diukur
begitulah ayah mengurai waktu
meneteskan keringat dan rindunya
untukku
Ayah pergi sangat pagi
kadang sampai pagi lagi
tapi saat pulang
ia tak lupa menjinjing pelangi
lalu dengan sabar
menguraikan warnanya
satu persatu padaku
dengan mata berbinar
Waktu memang tak akrab
denganku dan ayah
tapi di dalam buku gambarku
tak pernah ada duka atau badai
hanya sederet sketsa
tentang aku, ayah dan tawa
yang selalu bersama
Langganan:
Postingan (Atom)