Rabu, 27 Februari 2008

Ibunda....

Kalau ibunda membelai rambutmu
Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu
Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud

Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda
Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau,
Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu Karena setiap bunyi
Kerinduan hatimu adalah
Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya

Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumumenangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian
Untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis,
Para malaikat menjelma jadi butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu
Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu

Jangan sakiti hatinya, karena
Ibundamu akan senantiasa memaafkanmu.
Tetapi setiap permaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu
akan digenggam erat-erat oleh para malaikat
untuk mereka usulkan kepada Tuhan
agar dijadikan kayu bakar nerakamu


(Cuplikan Dari Buku Ibu TamparlahMulut anakmu - Sekelumit Catatan Harian Emha Ainun Nadjib)

_-_-_-_-_-_
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_

Tentang Memuji Pasangan

Suatu saat saya berbincang dengan seorang ibu rumah tangga tentang memuji pasangan. Dia terkejut ketika tahu bahwa saya dan suami sering saling memuji, karena dia berpikir itu bukanlah hal penting dan bisa membuat pasangan GR. Saya tersenyum, mengingat betapa seringnya kami saling memuji hingga kadang pipi memerah karena senangnya. Tadinya saya pikir kebiasaan saling memuji ini hanya bertahan selama awal pernikahan saja, tetapi ternyata setelah sekian lama, kami masih sering melakukan hal itu. Ada perasaan berbunga bunga ketika suami memuji kecantikan saya saat saya berdandan rapi atau ekspresinya ketika memakan kue buatan saya, hmmm..uenak banget dek...padahal saya tahu kuenya tidak terlalu enak karena saya baru mulai belajar memasak ketika menikah. Saya juga pernah melihat suami saya tersenyum senyum bangga saat saya bilang..mas ganteng banget deh kalo pakai baju ini.....meskipun setelahnya dia jadi sering memakai baju itu sampai warnanya memudar dan bahannya menjadi rusak.

Memuji pasangan, mungkin bukan perbuatan yang mudah tetapi juga tidak terlalu sulit,. Untuk sebagian pasangan, memuji mungkin bukan hal yang penting tetapi bisa jadi penting untuk suatu kondisi tertentu. Terkadang manusia butuh penghargaan untuk memotivasi dirinya. Seperti halnya ketika suami memuji masakan saya, meskipun saya tahu rasanya tidak jelas, tetapi itu justru membuat saya bersemangat untuk membuat masakan dengan rasa yang lebih enak lagi, saya tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya saya kalau suami mencela masakan saya.

Seperti yang dikatakan teman saya tadi, bisa jadi pasangan GR setelah dipuji, tetapi saya yakin tidak ada orang yang tidak senang ketika dipuji, dan bukankah Islam pun menganjurkan dalam rumah tangga untuk saling menyenangkan satu sama lain. Bahkan Rasulullah pun sering menghargai dan menyenangkan hati istri-istrinya dengan pujian. Begitu banyak pahala yang bertaburan dalam suatu rumah tangga, dan memuji pasangan merupakan salah satu pahala yang bertaburan itu, tinggal bagaimana kita apakah mau meraihnya atau tidak. So...kenapa masih pelit memuji pasangan?



artikel ini sumbangan dari :

Hanifa Syahida

Akhirnya datang juga.....

Walaupun tidak setiap hari memantengi diri di depan televisi, tapi saya yakin di antara kita pasti tahu sebuah acara variety show yang berjudul “Akhirnya Datang Juga” yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta. Dalam acara itu, sang bintang tamu (baca: artis) dituntut untuk memainkan sebuah peran yang tidak dia ketahui sebelumnya alur maupun skenarionya. Bahkan dengan dandanan yang sudah dia dapat, belum tentu match dengan apa yang dia pikirkan. Di situlah uniknya acara tersebut sehingga memancing penonton untuk tertawa lepas saat menyaksikannya.

Tapi, pada kesempatan ini saya bukan ingin mempromosikan acara tersebut. Saya mendapatkan ide menulis ini hanya dari judul di atas. Akhirnya Datang Juga.

Ya, akhirnya datang juga…
Sesuatu yang tidak kita kira sebelumnya, pada suatu saat akan datang juga dan tidak dapat kita pungkiri. Oleh karena yang punya skenario hanya Allah, kita tidak pernah tahu “peran” apa yang akan kita mainkan dalam sebuah sandiwara di dunia ini, apa yang harus kita lakukan, “pakaian” apa yang akan kita kenakan untuk memerankan sebuah “tokoh”, kita semua tidak akan pernah tahu, hanya Dia.

Seperti pengaruh dari acara tersebut, penonton akan tertawa lepas menyaksikan tingkah polah para bintang tamu yang ter-“surprise”-kan dengan adegan yang mereka hadapi. Bisa jadi, di dalam sandiwara dunia ini pun, ada orang-orang yang merespon lantaran menyaksikan tingkah polah kita menjalani kehidupan dunia. Tingkah polah kita yang spontan terkadang juga tanpa pikir panjang akan memancing orang-orang di sekitar kita terpengaruh bahkan memancing reaksi yang (mungkin) tidak kita duga. Ada yang tertawa, ada yang sedih, ada yang marah, bertanya-tanya, dan lain-lain.

Akhirnya datang juga…
Takdir Allah, dipungkiri atau tidak, suatu saat akan datang juga. Kita inginkan atau tidak, semua akan terjadi dan tidak ada yang dapat mencegah atau bahkan menangguhkannya. Tapi, ada satu hal yang dapat kita lakukan yakni berdo’a karena do’a yang dilakukan dengan sungguh-sungguh insya Allah dapat menangkal takdir-Nya. Usaha kita yang keras pun terkadang tidak dapat kita harapkan penuh hasilnya, tapi dengan dibarengi do’a yang sungguh-sungguh pula, (mungkin) Allah akan merubah “skenario” (baca: takdir) yang sudah Dia tetapkan. Sekali lagi, semua itu hanya hak prerogatif-Nya Allah, hak istimewa untuk membuat semua aturan di dunia ini hanya Dia yang berhak.

Akhirnya datang juga…
Terakhir, jangan pernah kita mendahului-Nya dalam mewujudkan sesuatu, yakin bahwa diri kita sendiri mampu, padahal itu semua tidak akan pernah terwujud tanpa campur tangan-Nya. Kita pun jangan pernah memaksakan sesuatu kepada Allah karena itu semua sudah diatur dengan sangat rapi oleh-Nya, sudah ada waktu-waktu yang tepat, dan kita tidak pernah tahu apa yang terbaik selain Dia. Walaupun kita menginginkan sesuatu di saat ini, tapi bisa saja saat ini bukan waktu yang baik. Waktu yang baik menurut Allah bisa saja esok hari, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau mungkin tidak akan pernah Allah berikan karena memang hal itu bukan yang terbaik untuk kita.

Wallahu’alam bishowab.


disadur dari kang_dudung

Selasa, 26 Februari 2008

Petua Untuk Mendapat Pasangan

~ Dato’ Dr. Hj. Mohd Fadzilah Kamsah

1. Semua orang ada jodoh atau pasangan yang menanti dan biasanya ia berada tidak jauh dari anda. Jarang orang bertemu dengan jodoh yang berada jauh darinya.

2. Jodoh itu ketentuan Allah dan kita wajib berusaha. Doa, usaha yang betul dan bersungguh-sungguh disertai dengan tawakkal, insyallah akan menemukan anda dengan pasangan anda.

3. Ramai orang masih belum bertemu jodoh kerana mudah patah semangat. Teruskan usaha sehingga anda bertemu jodoh.

4. Seimbangkan hidup anda dengan sempurna agar diri anda jadi seperti “magnet” yang menarik bakal pasangan anda kepada anda.

5. Daya tarikan yang sebenar berpusat di hati yang murni. Berusahalah untuk mencuci hati anda daripada semua perasaan yang negatif terhadap semua orang di dunia ini.

6. Agar mudah orang sayang, cuci hati dengan jaga ibadah, solat taubat, beristighfar, baca Al-Quran, maafkan orang lain, meminta maaf, bersedekah dan berfikiran positif.

7. Sayangi semua orang di sekitar anda dan anda akan menarik sayang terhadap anda. Jika anda membenci orang, ditakuti bakal pasangan anda akan membenci anda.

8. Orang yang sedang mencari pasangan harus sentiasa bersedia untuk bertemu dengan pasangannya pada bila-bila masa. Justeru, kita perlu sentiasa dalam keadaan yang paling menarik setiap masa. Tanggapan pertama adalah yang terpenting.

9. Untuk lelaki, tarikan pertama ialah pakaiannya. Untuk perempuan, wajah dan bentuk badan menjadi tarikan pertama. Sediakan diri untuk menawan bakal pasangan anda.

10. Buka hati dan minda anda untuk menerima cinta. Cinta boleh berputik pada bila-bila masa. Cinta mudah datang kepada mereka yang sentiasa bersedia untuk menerima cinta.

11. Cinta datang melalui mata lalu turun ke hati. Justeru, perhebatkan hubungan mata secara memandang bakal pasangan dengan penuh kasih sayang.



good luck....!!!

Senin, 25 Februari 2008

Everything Is Possble

Gambar 1: Orang terbesar di dunia (WoW......) !!!!



Gambar 2: ini nich... orang tertingi dan orang termini di DUNIA



Gambar 3: kalo yang ini, tetangga yang sungguh sangat berbeda keadaanya...

(terlihat jelas khan bedanya.....?!)


Gambar 4: Induk dan anak yang sungguh sangat jauh perbedaannya.....

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Itu semua tidak lepas dari kekuasaan Allah swt. semata.....

Subhanallah.......

Minggu, 24 Februari 2008

Belajar Ngelinting dulu.....

Setelah mendapat kiriman bahan-bahan dari Om Budi, saya mencoba untuk membuat lintingan dan ini belum termasuk saosnya, masih tembakau murni yang lezattt.



Persiapan yang saya lakukan adalah menyiapkan alat-alatnya terlebih dahulu,
1. alat linting
2. tembakau
3. tembakau yang sudah di beri saos
4. kertas rokok
5. lem
6. bungkus rokok
7. filter
8. sarung tangan higenis (bukan sarung tangan untuk naik motor)

nah, saya mulai belajar melinting,

percobaan 1, gagal - ancur gak karuan
percobaan 2, gagal juga - masih gembos, kosong

kedua percobaan itu gagal karena saya langsung menggabungkan tembakau dan kertasnya di lintingan. Dipercobaan berikutnya saya pisahkan antara tembakau dan kertas. Jadi tembakau dan filter ditempat lintingan dalam, saya tarik (rolling dulu) sedikit (tidak sampai habis, saya sisakan kurang lebih 6cm untuk penempatan kertas) baru setelah rapih kertas saya letakan di lintingan, tarik terus …. done !!! sempurna !!

percobaan 3, lumayan bagus sayang filter terbalik letaknya
percobaan 4- dst … sempurna



mau buka pabrik rokok ahhh ….

hahahahahaha

Jumat, 22 Februari 2008

BEHIND THE SCENE OF “SATU” NASYEED



Cikal bakal dari tim nasyid ini berdiri adalah dari tim nasyid Otistra 531. Tahun 2005, tim nasyid otistra 531 bubar dengan alas an melanjutkan ke studi masing-masing, M. Iqbal sang bassist otistra, mengadakan pertemuan dengan 3 anggota lainnya, Andri yoga (backing vocal), Oktarizal (second voice), dan M. Agoes (cymbal) untuk membentuk tim nasyid baru yang lebih komplit. Mereka pun mengajak bergabung Kussrinaryanto dan Rian Fatur yang kedua merupakan mantan tim nasyid underground. Setelah tawar menawar yang cukup a lot diantara dua kubu tersebut, akhirnya Kussri dan Rian menerima tawaran tersebut, dan jadilah sebuah tim nasyid dengan nama pada saat itu tim nasyid “kelas 4” dengan formasi yang sedikit dirombak sebagai berikut, Kussri (lead vocal/third voice), Rian (backing vocal/second voice), Okta (Bass), Agoes (cymbal), dan Iqbal (gendanger).
Latihan menjadi rutinitas tim nasyid yang masih mencari popularitas ini. Saat itu semua anggota mengadakan rapat kecil-kecilan untuk mengganti nama, karena semua anggota merasa tidak sreg dengan nama ”tim nasyid kelas 4”. Banyak nama yang masuk, dan akhirnya nama yang dipilih adalah “SATU” yang merupakan singkatan dari “Sambung Tali Ukhuwah”, dengan memakai indie label recorded. Pemilihan nama baru sangat penting karena dalam beberapa minggu lagi akan diadakan Festival Nasyid dalam rangka milad ke-22 Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam.
Festival tersebut merupakan yang pertama kali diikuti. Di festival tersebut tim nasyid satu membawakan lagu Shalawat yang aransemennya telah diubah sepenuhnya. Dan tim nasyid satu menjadi Juara kedua dan membawa pulang hadiah US$10 plus kontrak dari Assalaam record selama tiga tahun. Disinilah awal mula ketenaran nama tim nasyid satu.
Menjelang ramadhan 2005, nasyid satu bertolak ke Semarang untuk mengikuti audisi Festival Nasyid Indonesia (FNI) untuk perwakilan Semarang, Audisi Semarang dipilih karena dua audisi sebelumnya yaitu audisi Solo dan audisi Yogyakarta telah dilangsungkan dan pada saat itu nasyid sati tidak mendapatkan informasi. Barulah pada saat audisi Semarang nasyid satu mendapatkan informasi.
Sebelum ke Semarang, manajer nasyid satu, M. Hafidh Annur, menawarkan latihan di studio yang berada diluar pondok dikarenakan studio “depan masjid” tidak memiliki fasilitas yang memadai. Maka dipihlah studio “Ababil” yang terletak didaerah Klewer untuk latihan setiap sekali seminggu. Selain latihan diluar, kadang-kadang juga latihan distudio “kelas MTs” untuk menghemat pengeluar.
Setelah merasa siap mental, fisik dan akomodasi, nasyid satu berangkat ke Semarang. Jadwal keberangkatan semula pada siang hari, terpaksa mengalami sedikit pengunduran karena bus patas AC jurusan Solo-Semarang yang ditunggu-tunggu di perigaan Jalan Slamet Riyadi-UMS, tak kunjung tiba, barulah pada sore harinya bus patas yang ditunggu-tunggu dating dan membawa tim nasyid satu ke semarang untuk mengikuti audisi.
Esok paginya, dimulailah audisi FNI 2005 yang bertempat di gedung balai kota Semarang. Kecemasan sempat melanda sebelum lomba dimulai. Saat undian untuk menentukan giliran, tim nasyid satu mendapat urutan ke 19 dari 19 peserta, atau dengan kata lain, tim nasyid satu adalah tim yang maju paling terakhir. Walaupun demikian, hal tersebut tidak jadi masalah karena dengan maju terakhir berarti dapat mengambil pelajaran dari tim nasyid yang maju sebelumnya. Dan kali ini nasyid satu membawakan lagu “Islam”.
Setelah audisi selesai, barulah acara inti dimulai yaitu hasil audisi. Tak banyak yang dapat diharap mengingat pada audisi kali ini mayoritas diikuti oleh mahasiswa. Hanya 4 tim yang berasal dari SLTA, dan 15 tim lainnya berasal dari mahasiswa. Tim SLTA semua diisi oleh kelas 2 dan 3. sedangkan tim nasyid satu semuanya berasal dari kelas 1 !!! what a child participant.
Pembacaan pemenang kali ini diurutkan berdasarkan ranking paling rendah. Dari 19-10 sudah dibacakan, nasyid satu belum dipanggil, berarti masuk 10 besar, makin tinggi makin baik. Peringkat 9, bukan nasyid satu. Bagus, terus naik, barulah diperingkat 8, tim juri mengumumkan, “peringkat 8 adalah…. Tim nasyid satu dari Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam dan anggotanya semua dari kelas 1 SLTA,”tepuk tangan untuk adek-adek kita dari solo”…. Acara dilanjutkan dengan salam-salaman antar peserta. Ketika bersalaman, salah seorang mahasiswa berkata, “Ini tim satu dari Solo ya? Masih kelas 1 bisa dapet juara 8, anggotanya masih imut-imut semua ya?!...hehehe…

* * *

Setelah audisi Semarang, tim nasyid satu mulai menunjukkan tajinya. Yang pertama, sebagai tamu di acara pembukaan acara Ramdhan 2005. Dengan kondisi prima, tim satu membawakan lagu “shalawat new version” dan “Rasulullah”. Ramadahan 2005 bukan tanpa kegiatan, disela-sela ibadah puasa, nasyid satu menyempatkan untuk mengikuti Festival Nasyid Ramadhan di UMS. Peserta nasyid menggunakan alat musik semua, hanya nasyid satu yang tidak menggunakan alat musik alias acapella nasyid. Walaupun demikian, juara 3 berhasil diraih dan trophy keduapun dapat terkumpul dalam 2 bulan terakhir.
Seiring berjalannya waktu, tim nasyid satu mulai menjadi ikon nasyid di Assalaam. Ini dibuktikan dengan sering tampil dalam setiap event di Assalaam maupun diluar Assalaam. Seperti ketika diundang sebagai bintang tamu pada acara wisuda pascasarjana S-2 di UMS, atas permintaan mudir ma’had saat itu, Ust. Mu’inudinillah. Walaupun tampil dihadapan wisudawan pascasarjana tidak membuat nasyid satu nervous. Buktinya, aplus yang meriah menutup penampilan nasyid satu pada malam itu, pujian dan sanjungan mengalir dari wisudawan pada umumnya dan pujian special datang dari ust. Mu’in sendiri. Kemudian acara pada malam itu diteruskan dengan makan bersama dengan para wisudawan. Dengan nafsu khas assalaam, nasyid satu dengan binalnya melahap semua hidangan yang ada. Semula ada rasa “pakewuh” karena harus makan bersama dengan wisudawan, namun kata-kata ust, Mu’in yang mempersilahkan untuk menyicipi semua jenis hidangan yang membuat perasaan tersebut sirna seketika.
Tidak ada jenis makanan yang tidak dicicipi. Dimulai dengan Es sirup sebagai pembuka, satu porsi sate ayam ditambah sedikit tengkleng, dan beberapa potong martabak, serta satu porsi rujak, menjadi santapan malam itu, ditambah dua gelas es krim dan kembali ditutup dengan segelas sirup, betapa binalnya kejadian malam itu.

* * *


setelah mendapat ketenaran, nasyid satu mulai mendapat sedikit masalah. Di pertengahan tahun 2006, andri yoga dan M. Agoes mengundurkan diri dari nasyid satu dikarenakan suatu alasan. Tinggallah 4 orang anggota. Walaupun cuma berempat, tim nasyid satu masih tetap eksis dalam dunia pernasyid-an Assalaam. Dan untuk menutupi kekurangan, maka diambillah 2 orang additional player. Dan pada tahun ke-2 nasyid satu hanya tampil dibeberapa event internal Assalaam, seperti di acara ramadhan dan acara OPPPMIA lainnya.
* * *
Satu tahun kemudian, kontrak additional playerpun habis. Nasyid satu kembali tinggal berempat. Latihan terus diteruskan, dan sampai akhirnya merasa klop walau cuma empat orang. Lagi-lagi di acara pembukaan ramadhan tim nasyid satu menjadi bintang tamu dan merupakan tiga tahun berturut-turut tampil diacara pembukaan ramadhan. Saat itu nasyid satu membawakan lagu “kutemukan jalanku” & “Pondok Kita” versi akustik dan “ramadhan kembali”, sesuai dengan tema ramadhan saat itu. Mungkin itulah penampilan terakhir nasyid satu dihadapan santriwan-santriwati Assalaam karena ingin lebih berkonsentrasi untuk menghadapi ujian akhir nasional. Goodbye nasyid, thanks for all the join for good time and the bad, good bye nasyid, our time is over, so goodbye ‘till we meet again.

* * *